
Angin segar di dunia kedokteran kembali berhembus setelah para ahli berhasil mengembangkan sebuah teknik operasi dengan menggunakan robot canggih bernama i-Snake. Penggunaan robot fleksibel ini diklaim akan menjadi sebuah revolusi besar dalam dunia kedokteran karena membuat operasi yang sulit atau kompleks menjadi minimal invasif.
Seperti diberitakan BBC, Sabtu (29/12), para ahli dari Imperial College London saat ini sedang mengembangkan alat canggih ini dengan biaya sekitar £2.1 juta. Dengan menggunakan robot i-Snake, para dokter bedah nantinya dapat melakukan operasi yang sangat kompleks yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan teknik yang lebih invasif.
i-Snake sendiri merupakan robot fleksibel berbentuk selang panjang yang didalamnya terdapat sejumlah alat cangih seperti motor, sensor dan alat-alat pencitraan. Alat ini akan berfungsi layaknya tangan dan mata seorang dokter ketika mencapai bagian-bagian yang sulit dijangkau dalam tubuh
Menurut para ahli, alat ini diproyeksikan untuk jenis operasi kompleks seperti bypass jantung. Namun ke depan, i-Snake juga dapat digunakan untuk kepentingan diagnosa penyakit dalam usus kecil dan usus besar.
Tim dari Imperial College, yang juga melibatkan Menteri Kesehatan Inggris dan dokter ahli bedah Lord Ara Darzi, akan terlebih dulu menguji coba alat ini di laboratorium sebelum diaplikasikan pada pasien.
Dengan hadirnya alat ini, risiko pada operasi kompleks tentu bisa ditekan. Artinya, luka bekas operasi akan semakin kecil, masa penyembuhan menjadi lebih pendek dan pasien pun tak perlu berlama-lama tinggal di rumah sakit. Para ahli bedah pun tentu diuntungkan dengan hadirnya i-Snake karena mereka dapat meminimalisasi torehan pada kulit.
"Kemampuan pencitraan dan penginderaan yang tidak tertandingi ditambah dengan kemudahan serta sensitivitas i-Snake akan membuat alat ini memiliki kemampuan diagnostik dan therapeutik yang kompleks dibanding dengan alat yang memungkinkan saat ini.
"Manfaat dan biaya yang akan timbul dari i-Snake adalah alat ini merupakan termutakhir, termurah dan merupakan pengobatan yang tidak invasif. Pemulihannya pun lebih cepat serta memberi keuntungan yang dapat meningkatkan perlindungan serta kualitas hidup pasien," ungkap Lord Darzi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar