31 Juli 2008

Buah Merah (Pandanus conoideus)

Buah Merah yang sudah dikenal ampuh mengatasi berbagai penyakit ini ternyata mempunyai mitosnya sendiri. Menurut kepercayaan penduduk Suku Dhani di Memberamo, Papua, ribuan tahun yang lalu, nenek moyang mereka turun dari Gunung Pugima ke daerah Wesakpog untuk berkumpul. Gunung Pugima, menurut mereka adalah gunung Jayawijaya yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan Wesakpog adalah sebuah daerah di Lembah Baliem.

Setelah berkumpul di Wesakpog, nenek moyang orang Papua ini kemudian melanjutkan perjalanan tanpa membawa bekal dan peralatan sama sekali. Mereka kemudian menyebar ke seluruh penjuru mata angin.
Dalam perjalanan, sebagian dari mereka ada yang berhenti untuk beristirahat dan membuat api. Menurut cerita masyarakat Suku Dhani, di tempat mereka beristirahat tersebut, Sang Pencipta menurunkan peralatan berupa busur, anak panah, kapak batu, batu api, bermacam-macam tumbuhan, serta binatang piaraan. Tumbuhan yang dimaksud di antaranya ubi dan buah merah. Setelah mematikkan batu api, mereka membakar ubi dan buah merah. Sisa buah merah tersebut kemudian diberikan kepada binatang piaraannya. Di tempat beristirahat dan membuat api itulah mereka kemudian membuat perkampungan dan berkembang menjadi berbagai macam suku seperti sekarang ini.
Sementara itu, sebagian nenek moyang orang Papua terus berjalan melanjutkan perjalanan darat dan sebagian lagi menyeberangi lautan menggunakan rakit. Diduga kuat, mereka yang menyeberangi lautan ini sampai di Benua Australia dan menjadi cikal-bakal Suku Aborigin.
Hingga sekarang, buah merah tetap menjadi makanan sebagian penduduk Pulau Papua, terutama yang bermukim di daerah Pegunungan Jayawijaya. Oleh penduduk, buah merah ini dijadikan campuran makanan sehari-hari. Mereka memeras buah merah setelah membakarnya dengan batu. Sari buah merah hasil perasan ini mereka konsumsi bersama ubi, sayuran, dan bahan makanan lain. Sementara itu, ampas atau pastanya diberikan kepada babi hutan piaraan mereka.
Dalam upacara bakar batu, buah merah pun menjadi elemen pokok. Upacara bakar batu biasanya dilakukan untuk mengumpulkan masyarakat, terutama dalam satu suku, ketika ada suatu acara, seperti pernikahan, hari natal, idul fitri, tahun baru, perayaan panen, menyembah leluhur, kematian, atau untuk mempererat hubungan ikatan keluarga. Hidangan hasil upacara bakar batu tidak lengkap dan kurang nikmat jika tidak menggunakan buah yang masih satu famili dengan tanaman pandan ini.

Deskripsi Tanaman Buah Merah

Tanaman buah merah adalah tanaman yang masih satu famili dengan tanaman pandan. Pandanus conoideus ini di habitat aslinya (Pulau Papua) tumbuh dari dataran rendah dekat pantai sampai dataran tinggi. Bahkan, di lereng pegunungan Jayawijaya diketinggian 2.500 m dpl. tanaman ini bisa ditemukan. Tanaman berkayu ini tumbuh bercabang sampai mempunyai 5 cabang. Daunnya berbentuk pita yang pinggirnya berduri-duri kecil. Tinggi tanaman bisa mencapai 15 meter. Akarnya berbentuk akar udara yang menggantung sampai ketinggian satu meter dari pangkal batang. Tanaman ini berbuah saat berumur tiga tahun sejak ditanam.
Buah merah umumnya berbentuk panjang lonjong atau agak persegi. Panjang buah 30-120 cm. Diameter buah 10-25 cm. Buah ini umumnya berwarna merah, merah kecokelatan, dan ada pula yang berwarna kuning. Kulit buah bagian luar menyerupai buah nangka. Di Papua, beberapa daerah yang menjadi sentra buah merah adalah daerah-daerah yang berada di sepanjang lereng pegunungan Jayawijaya. Di antaranya Kelila, Bokondini, Karubaga, Kobakma, Kenyam, dan Pasema.

Kaya Senyawa Aktif

Drs I Made Budi MSi yang pertama kali memperkenalkan buah merah sebagai obat. Semula ahli gizi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih, Jayapura, itu hanya ingin mengungkap kandungan gizinya. “Masyarakat pedalaman yang mengkonsumsi buah merah jarang ditemukan mengidap penyakit degeneratif. Bahkan, dari data statistik setempat, mereka memiliki angka harapan hidup cukup tinggi,” papar kelahiran Dumoga, Bolaangmongondow, Sulawesi Utara, itu.
Hasil analisis kandungan kimiawi buah merah itulah yang mengilhami Made untuk menjadikannya sebagai obat. Mula-mula ia melakukan serangkaian penelitian skala laboratorium. Setelah yakin akan kemampuan buah merah barulah ia mencoba kepada banyak penderita penyakit.
Albertin Salong hanyalah satu di antara hampir 1.000 pasien yang telah merasakan keampuhan buah merah. Awalnya, buah merah hanya dicobakan kepada sekitar 400 penderita kanker di berbagai daerah. Namun, karena terbukti mampu memberikan tingkat kesembuhan hingga 60-70%-beberapa di antaranya sembuh total, ia pun diminati pasien penyakit lain. Mulai dari kolesterol, asam urat, diabetes, hipertensi, flek paru, hepatitis, jantung koroner, mata, osteosporosis (rapuh tulang, red), hingga HIV.
Menurut Made, buah merah mengandung zat-zat gizi bermanfaat dalam kadar tinggi. Di antaranya betakaroten, tokoferol, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan dekanoat. Semuanya merupakan senyawa-senyawa obat yang aktif. Betakaroten dan tokoferol (vitamin E, red), misalnya, dikenal sebagai senyawa antioksidan yang ampuh.

Khasiat Buah Merah

Minyak Sari Buah Merah membantu menyembuhkan penyakit:
- Kanker Payudara, Rahim, Otak, Kista.
- Ambient, Hipertensi, Stroke, Jantung Koroner.
- Menormalkan Peredaran Darah, gangguan pencernaan.
- Broonkithis, Hepatitis, Kolesterol, Maag, Asam Urat.
- Rematik, Pegal Linu, Kesemutan, Osteoporoses.
- membantu sistem kerja otak, gangguan mata, Kulit.
- Meningkatkan stamina, Libido, Gairah seksual dan
- meningkatkan daya tahan tubuh bagi penderita HIV/AIDS.

I-Snake, Teknik Operasi Dengan Robot


Angin segar di dunia kedokteran kembali berhembus setelah para ahli berhasil mengembangkan sebuah teknik operasi dengan menggunakan robot canggih bernama i-Snake. Penggunaan robot fleksibel ini diklaim akan menjadi sebuah revolusi besar dalam dunia kedokteran karena membuat operasi yang sulit atau kompleks menjadi minimal invasif.

Seperti diberitakan BBC, Sabtu (29/12), para ahli dari Imperial College London saat ini sedang mengembangkan alat canggih ini dengan biaya sekitar £2.1 juta. Dengan menggunakan robot i-Snake, para dokter bedah nantinya dapat melakukan operasi yang sangat kompleks yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan teknik yang lebih invasif.

i-Snake sendiri merupakan robot fleksibel berbentuk selang panjang yang didalamnya terdapat sejumlah alat cangih seperti motor, sensor dan alat-alat pencitraan. Alat ini akan berfungsi layaknya tangan dan mata seorang dokter ketika mencapai bagian-bagian yang sulit dijangkau dalam tubuh

Menurut para ahli, alat ini diproyeksikan untuk jenis operasi kompleks seperti bypass jantung. Namun ke depan, i-Snake juga dapat digunakan untuk kepentingan diagnosa penyakit dalam usus kecil dan usus besar.

Tim dari Imperial College, yang juga melibatkan Menteri Kesehatan Inggris dan dokter ahli bedah Lord Ara Darzi, akan terlebih dulu menguji coba alat ini di laboratorium sebelum diaplikasikan pada pasien.

Dengan hadirnya alat ini, risiko pada operasi kompleks tentu bisa ditekan. Artinya, luka bekas operasi akan semakin kecil, masa penyembuhan menjadi lebih pendek dan pasien pun tak perlu berlama-lama tinggal di rumah sakit. Para ahli bedah pun tentu diuntungkan dengan hadirnya i-Snake karena mereka dapat meminimalisasi torehan pada kulit.

"Kemampuan pencitraan dan penginderaan yang tidak tertandingi ditambah dengan kemudahan serta sensitivitas i-Snake akan membuat alat ini memiliki kemampuan diagnostik dan therapeutik yang kompleks dibanding dengan alat yang memungkinkan saat ini.

"Manfaat dan biaya yang akan timbul dari i-Snake adalah alat ini merupakan termutakhir, termurah dan merupakan pengobatan yang tidak invasif. Pemulihannya pun lebih cepat serta memberi keuntungan yang dapat meningkatkan perlindungan serta kualitas hidup pasien," ungkap Lord Darzi.

23 Juli 2008

Singkong Jadi Minyak Tanah

Di tengah naiknya harga BBM, tentu diperlukan upaya energi alternatif selain minyak. Contohnya, singkong yang banyak tumbuh di semua daerah di Indonesia. Singkong berjenis singkong raksasa, bentuknya besar atau yang dikenal masyarakat desa dengan nama singkong gendruwo. Singkong ini tidak dikonsumsi karena beracun bisa digunakan sebagai bahan pembuat BBM jenis etanol.

Dalam peragaan di Fakultas Matematika dan IPA ITS Surabaya, Kamis (26/06), singkong itu direbus. Kemudian diberi yeast atau ragi. Dan didiamkan selama 4-5 hari. Sesudah itu disaring dan akan keluar minyak ethanol berkadar 90%.


Menurut SRI NURHATIKA Peneliti Fakultas MIPA ITS Surabaya seperti dilaporkan RANGGA reporter Suara Surabaya, untuk dijadikan bahan bakar seperti minyak tanah dengan kadar 95%, ethanol itu ditambahkan kapur gamping. Penambahan kapur gamping harus lebih banyak kalau ingin ethanol itu berkadar seperti solar atau premium 99%.

NURHATIKA mengatakan, sudah ada perusahaan minyak yang tertarik. Dan akan kerjasama mengembangkan etanol ini sampai luar Jawa. Kata NURHATIKA, penelitan ini sudah dipresentasikan pada Presiden dan mendapat sambutan cukup baik. Bahan bakar ethanol dari singkong ini juga hemat.

"Untuk 1 liter ethanol sama dengan 9 liter minyak tanah. Harga 1 liter ethanol di pasaran juga murah hanya Rp 10 ribu. Untuk membuat 1 liter etanol hanya membutuhkan 4,5 kg singkong,"ujar NURHATIKA.

Rokok Elektronik

Sudah tak terhitung orang yang terjerat rokok yang mengandung bermacam efek berbahaya. Sebuah rokok elektronik pun diproduksi dan digadang-gadang mampu membantu para perokok merokok dengan sehat.

Produk inovasi ini bernama minicigarette. Bentuknya sama persis dengan rokok asli. Namun di dalamnya ditautkan alat-alat canggih untuk mengurangi efek negatif dari rokok tersebut.

Saat mulut perokok menghisapnya, sebuah prosesor mungil akan mendeteksi aliran udara. Nah pada saat itulah, dari cartridge minicigarettes ini akan dialirkan nikotin dengan kadar amat kecil. Kemudian, seperti dikutip detikINET dari Geek, Kamis (10/7/2008), alat penyemprot akan menghantarkannya ke mulut perokok.

Pada intinya, rokok eletronik ini bertingkah persis seperti rokok asli. Namun bedanya, perangkat dengan sumber daya baterai itu tak menghantarkan nikotin, tar dan karbon monoksida sebagaimana mestinya, sehingga diklaim aman bagi kesehatan.

Maka para perokok pun tetap bisa merokok meski rokoknya palsu, tanpa perlu khawatir terkena efek buruknya. Satu paket rokok elektronik ini dibanderol USD 59,95 di Amerika Serikat, yang didalamnya termasuk dua baterai, charger, 6 cartridge dan rokok itu sendiri. Hanya saja, efektivitasnya masih perlu dibuktikan.

Profesor termuda di dunia

Alia Sabur, 19 Tahun
27 04 2008

Alia Sabur masih muda, masih 19 tahun. Namun namanya menghentak kalangan akademisi setelah dinobatkan sebagai profesor termuda oleh Guinness World Record.Dia sekarang menjadi profesor di Konkuk University Korea Selatan. Lahir pada 22 Februari 1989, Alia menjalani masa studinya dengan waktu amat singkat. Dari kelas IV SD, gadis ini langsung melompat ke universitas, dan lulus BA dengan predikat sum cum laude dari Universitas Stony Brook di New York ketika usianya baru 14 tahun.

Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Drexel. Di universitas itu dia mendapatkan gelar master of science dan PhD. Tiga hari menjelang ulang tahun ke-19 Februari lalu, dia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Buku Rekor Dunia Guinness menobatkannya sebagai guru besar termuda dalam sejarah. Dia menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat oleh Colin MacLaurin, mahasiswa Isaac Newton, pada tahun 1717.

Masa depan cemerlang terbentang luas di hadapan remaja Northport, New York itu. Tapi dia memilih mengajar. “Saya sangat senang mengajar. Karena di bidang itulah kita bisa membuat perbedaan. Dengan mengajar, kita tidak cuma menunjukkan yang bisa kita lakukan, tapi juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan,” katanya

Alia tidak cuma cemerlang di bidang akademis. Ia sudah tampil memainkan klarinet bersama Rockland Symphony Orchestra pada usia 11. Di bidang musik ini ia sudah mendapat berbagai penghargaan. Seni bela diri juga dikuasainya dengan menyandang sabuk hitam Tae Kwon Do.

18 Juli 2008

Codec Video

Video Pada handphone menggunakan format file 3gp atau mpeg4 dalam menyimpan klip-klip video. Format file ini menggunakan codec (compressor-decompressor) H.263 dan H.264 yang didesain untuk menghasilkan ukuran file yang cenderung kecil.

Codec ? Codec adalah algoritma pemrograman yang bertugas memampatkan file audio-visual agar ukurannya tidak terlalu besar dan mudah ditransmisikan. Ketika akan diputar oleh media player, file terkompresi tersebut akan dimekarkan (decompres) kembali.

Elemen-elemen dari metode kompresi antara lain adalah ukuran bingkai video, kecepatan transfer data, serta kualitas suara. Contoh lain dari codec yang terkenal adalah DiVX. Hasil dari kompresi video dengan codec ini adalah ukuran file yang bisa mencapai 1/10 dari file aslinya dengan kualitas gambar yang tetap terjaga dan relatif bagus.

Sementara itu, codec MPEG1 menghasilkan gambar video berukuran 240x320 piksel dengan kecepatan putar 25 fps (standar PAL), sedangkan codec MPEG2 menghasilkan gambar video berukuran 720x576 piksel dengan kecepatan putar 25 fps (standar PAL). File video dengan kompresi MPEG1 jika diburning ke VCD akan dikenal sebagai file DAT atau VCD, sedangkan file video dengan kompresi codec MPEG2 jika diburning ke DVD akan dikenal sebagai file VOB.

Berbagai macam codec dapat diterapkan pada file video. File video tersebut kemudian dikemas dalam suatu format file agar dikenali dan dapat diputar oleh media player. Beberapa format video yang terkenal, antara lain adalah AVI (Audio Video Interleave), Quick Time (MOV dengan codec sorenson), Real Video, WMV (Windows Media Video), dan lainnya.



Ada kalanya, media player seperti Windows Media Player tidak dapat memutar suatu file video. Kemungkinan ini diakibatkan belum terinstalnya codec yang mendukung. Jika ini terjadi, jalan terbaik adalah dengan menginstal paket codec yang berisi beragam codec. Salah satu paket codec yang cukup bagus adalah K-Lite Mega Codec Pack. Anda dapat mengunjungi situs http://free-codecs.com untuk mendapatkan codec secara gratis.

17 Juli 2008

Bahaya Sampah Elektronik


Tahukah kamu status sampah dari rongsokan elektronik dan tingkat bahayanya?. Rongsokan atau sampah elektronik mengandung sekitar 1.00 material, yang sebagian besar dikategorikan sebagai bahan beracun dan berbahaya (B3), karena mengandung unsur berbahaya dan beracun seperti logam berat (merkuri, timbal, kromium, kadmiun, arsenik dan sebagainya), PVC dan brominated flame-reterdants.

Logam merkuri dikenal dapat meracuni manusia dan merusak sistem saraf otak, serta menyebabkan cacat bawaan. Sedangkan timbal, selain dapat merusak sistem saraf, juga dapat menganggu sistem peredaran darah, ginjal dan perkembangan otak anak. Timbal dapat terakumulasi dilingkungan dan dapat meracuni hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sementara itu kromium mudah terabsorpsi ke dalam sel sehingga mengakibatkan berbagai efek racun, alergi dan kerusakan DNA. Kadmium masuk ke dalam tubuh manusia melalui respirasi dan makanan dan kemudian merusak ginjal dan mengakibatkan hal buruk bagi manusia.

Oleh karena itu, pembuangan limbah B3 tidak boleh asal timbun. Sementara itu pembakaran sampah elektronik di insinerator juga menimbulkan masalah baru, yakni menghasilkan diokdin dan logam berat. Dioksin dapat mengganggu sistem hormon, mempengaruhi pertumbuhan janin, menurunkan kapasitas reproduksi dan sistem kekebalan. Karna itu tidak mengherankan jika insinerator dianggap sebagai salah satu sumber pencemaran udara.

Sementara itu proses mendaur ulang sampah elektronik ini juga menghadapi masalah serius karena dalam prosesnya sulit dan beresiko tinggi terhadap para pekerja, serta menghasilkan produk-produk sekunder yang beracun. Contohnya pada proses recovery sampah plastik menghasilkan PBDE, dioksin dan furan, yang zat-zat tersebut sangat berbahaya bagi manusia.

Mengingat resiko dan sulitnya mendaur ulang sampah elektronik, beberapa negara maju membuang barang elektronik yang sudah ”kadaluarsa” sebelum menjadi sampah, ke negara berkembang atas nama barang ”second”. Bagi negara pengimpor untuk sementara diuntungkan dengan barang elektronik harga murah meriah, tapi dalam jangka pajang harus menanggung beban pencemaran lingkungan B3 dari komponen-komponen rongsokan elektronik. Sedangkan bagi negara pengekspor mendapatkan keuntungan lingkungan terbebas dari B3 dan penghematan anggaran dimana biaya ekspor lebih murah 10 kali lipat daripada mendaur ulang.

Pemusnahan ataupun mendaur ulang sampah elektronik memang boleh dikatakan tersendat-sendat dan menemui jalan buntu, padahal laju produksi sampah elektronik terus membumbung tinggi. Laju produksi sampah elektronik terus karena sebagian besar produk elektronik, seperti komputer mempunyai masa pakai yang semakin pendek karena produsen hardware dan software secara konstant menciptakan program-program baru untuk memenuhi kebutuhan akan proses data yang lebih cepat dan memori yang lebih besar.
Salah satu usaha untuk meminimalisir sampah elektronik adalah dengan menerapkan program extended producer responsibility (EPR), suatu program dimana produser bertanggung jawab mengambil kembali (take back) produk-produk yang tidak terpakai. Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong produser meminimalisir pencemaran dan mereduksi penggunaan sumber daya alam dan energi dari setiap tahap siklus hidup produk dan teknologi proses. Selain itu, hal ini juga mendorong para produsen untuk menciptakan barang elektronik yang mudah diperbaiki, di up-grade, reuse dan aman ketika didaur ulang.